Jumat, 14 November 2014

Jaringan Komputer


  • 1. Jaringan Komputer
  • 2. Pengertian Jaringan komputer Jaringan komputer adalah suatu bentuk rangkaian dari beberapa komputer dan peralatan komunikasi lainnya yang saling berhubungan.
  • 3. Macam-macam jaringan berdasar sistem  Jaringan Peer to Peer Suatu bentuk jaringan yang menghubungkan komputer dengan komputer maupun peralatan lainnya tanpa adanya server.  Jaringan Client Server Suatu jaringan komputer dimana salahsatu PC menjadi server.
  • 4. Macam-macam jaringan berdasar skala  LAN (local area network) Jaringan komputer yang berbasis lokal artinya ruanglingkup kecil.  MAN (metropolitan area network) Jaringan komputer dengan ruanglingkup lebih besar dari LAN.  WAN (wide area network) Jaringan komputer dengan ruanglingkup yang lebih besar dari MAN.
  • 5. Topologo jaringan Topologi adalah suatu pola hubungan antara terminal dalam jaringan komputer Topologi jaringan dapat dibagi menjadi 5 kategori utama seperti di bawah ini. 1. • Topologi bintang 2. • Topologi cincin 3. • Topologi bus 4. • Topologi mesh/jala 5. • Topologi linier
  • 6. 1. Topologi bintang  Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi (satu titik pertemuan) dari node tengah ke setiap node atau pengguna.
  • 7. 2. Topologi Cincin  Topologi cincin adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin.
  • 8. 3. Topologi Bus  Topologi Bus merupakan topologi yang banyak digunakan pada masa penggunaan kabel sepaksi menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain.
  • 9. 4. Topologi Jala/Mesh  Topologi Jala atau Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan.
  • 10. 5. Topologi Runtut (linear topology)  Satu kabel utama menghubungkan tiap titik sambungan (komputer) yang dihubungkan dengan penyambung yang disebut dengan Penyambung-T dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah penamat (terminator).
  • 11. Peralatan Jaringan Peralatan dalam jaringan komputer meliputi : 1. Mobile/Desktop PC 2. Kabel 3. Switch/Hub 4. AP (access point) 5. Router
  • 12. 1. Mobile/Desktop PC  Merupakan perangkat akses untuk pengguna, mobile PC pada umumnya sudah terpasang port PCMCIA. Sedangkan Desktop PC harus ditambahkan Wireless Adapter melalui PCI (Peripheral Componentinterconnect) Card atau USB (Universal Serial Bus).
  • 13. 2. Kabel  Dalam jaringan komputer dikenal banyak jenis kabel yang digunakan seperti Kabel Coaxial, Kabel UTP, kabel Fiber Optik, dll, tetapi yang paling banyak digunakan adalah kabel UTP. Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) sendiri di bagi menjadi 2 jenis yaitu. 1. Kabel UTP straight untuk menghubungkan perangkat yang beda, misal komputer-switch 2. Kabel UTP Cross untuk menghubungkan perangkat yang beda, misal switch-switch
  • 14. 3. Switch/Hub  Switch/Hub adalah perangkat untuk menghubungkan komputer-komputer dalam satu jaringan, switch/hub berfungsi sebagai titik pusat dalam topologi bintang. Sekarang fungsi hub telah banyak di gantikan oleh switch karena penggunaan switch lebih efisien dari pada hub.
  • 15. 4. AP (access point)  Access-Point berfungsi mengkonversikan sinyal frekuensi radio (RF) menjadi sinyal digital yang akan disalurkan melalui kabel, atau disalurkan ke perangkat WLAN yang lain dengan dikonversikan ulang menjadi sinyal frekuensi radio.
  • 16. 5. Router  Router adalah perangkat dalam jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan komputer yang berbeda jaringan. Misal jaringan komputer di elektro dihubungkan dengan jaringan komputer yang ada di otomotif.
  • 17. Kelas Jaringan  Ip address dibagi menjadi 2 bagian yaitu Network ID dan Host ID, Network ID yang akan menetukan alamat dalam jaringan (network address) sedangkan Host ID menentukan alamat dari peralatan. Ibaratkan Network ID Nomor jalan dan alamat jalan sedangkan Host ID adalah nomor rumahnya IP address dibagi menjadi kelas yaitu :
  • 18. Kelas IP  Kelas A Kelas a adalah kelas dengan jumlah ip terbanyak yaitu sekitar 16.777.216 ip dan biasa di gunakan dalam jaringan yang berskala besar, misal jaringan Indosat, Telkomsel, dll.  Kelas B Kelas b adalah kelas dengan jumlah ip sekitar 65.538 ip dan biasa di gunakan dalam jaringan yang berskala menengah, misal jaringan dalam gedung.  Kelas C Kelas cadalah kelas dengan jumlah ip sekitar 256 ip dan biasa di gunakan dalam jaringan yang berskala kecil, misal jaringan dalam ruang.

Harga Pokok Produksi


Membukukan data persediaan bahan baku ke kartu persediaan bahan baku, membuat laporan ikhtisar persediaan bahan baku, dan melakukan pencocokan fisik dengan kartu persediaan bahan baku secara periodic

a.   Tujuan Kegiatan Pembelajaran 2

Peserta  diklat mampu ;
-                   menjelaskan prosedur pencatatan mutasi bahan baku
-                   membuat laporan ikhtisar persediaan bahan baku
-                   melakukan perhitungan fisik persediaan

a.    Uraian Materi 2:
Prosedur permintaan dan pengeluaran bahan baku
Bagian produksi yang membutuhkan bahan, mengisii bukti permintaan bahan sebanyak 3 lembar. Setelah bukti permintaan bahantersebut diotorisasi oleh yang berwenang, 3 lembar bukti permintaan bahan tersebut dibawah kebagian gudang.
Bagian gudang menyiapkan bahan baku sesuai dengan yang tercantum dalam bukti permintaan bahan dan menyerahkannya pada bagian produksi yang membutuhkannya. Bagian gudang mengisi jumlah bahan baku yang diserahkan pada kolom “diserahkan”  dalam bukti permintaan bahan dan setelah diotorisasi oleh kepala bagian gudang, 3 lembar bukti permintaan bahan tersebut oleh bagian gudang dibagikan sebagai berikut :
Lembar 1 bagian akuntansi persediaan
Lembar 2 arsip begian gudang
Lembar 3 diserahkan kembali kepada bagian produksi yang meminta bahan baku bersaman dengan penyerahan bahan baku.
Bagian gudang mencatat pemakaian bahan baku ini di dalam kartu gudang pada kolom  “dipakai”  dan mencatatnya pula pada kartu bahan. Bagian akuntansi pesediaan menerima bukti permintaan bahan lembar 1 dari bagian gudang, kemudiaan mengisi informasi harga satuan dan menghitung serta mencantumkan jumlah harga pokok bahan baku yang dpakai dalam bukti permintaan bahan tersebut. Informasi mengenai harga satuan diperoleh dari kartu harga pokok persediaan bahan baku yang bersangkutan.

Metode pencatatan biaya bahan baku
Ada 2 macam metode pencatatan biaya bahan baku yang dipakai dalam proses produksi yaitu:
1.    metode mutasi persediaan (Perfectual  Inventory Methode)
2.    metode persediaan fisik (Physical Inventory Methode)
Dalam metode mutasi persediaan setiap mutasi bahan baku dicatat dalam kartu persediaan bahan baku. Dalam metode persediaan fisik, hanya tambahan persedian bahan baku dari pembelian saja yang dicatat, sedangkan mutasi berkurangnya bahan baku karena pemakaian tidak  dicatat dalam kartu persediaan. Untuk mengetahui berapa biaya bahan baku yang dipakai dalam produksi, harus dilakukan dengan cara menghitung sisa persediaan bahan baku yang masih ada digudang pada akhir periode akuntansi. Harga pokok persediaan ditambah dengan harga pokok bahan baku yang dibeli selama periode dikurangi dengan harga pokok persediaan bahan baku pada akhir periode merupakan biaya bahan baku yang dipakai dalam proses produksi selama periode yang bersangkutan.
Macam-macam metode penentuan harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi diantaranya adalah :
a.    Metode Masuk Pertama Keluar Pertama ( MPKP )
Metode MPKP menentukan biaya bahan baku dengan anggapan bahwa harga pokok persatuan bahan baku yang pertama masuk dalam gudang digunakan untuk menetukan untuk menentukan harga bahan baku yang pertama kali dipakai.
b.    Metode Masuk Terakhir Keluar Pertama ( MTKP )
Metode MTKP menentukan harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi dengan anggapan bahwa harga pokok persatuan bahan baku ang terakhir masuk dalam persediaan gudang, dipakai untuk menentukan harga pokok bahan baku yang pertama kali dipakai dalam produksi
c.    Metode rata-rata bergerak ( Average Methode )
Dalam metode ini persediaan bahan baku yang ada digudang dihitung harga pokok rata-ratanya dengan cara membagi total harga pokok dengan jumlah satuannya. Setiap kali terjadi pembelian yang harga pokok persatuannya berbeda dengan harga pokok rata-rata persediaan yang ada digudang, harus dilakukan perhitungan harga pokok rata-rata persatuan yang baru. Bahan baku yang dipakai dalam proses produksi dihitung harga pokoknya dengan mengalikan jumlah satuan bahan baku yang dipakai dengan harga pokok rata-rata persatuan bahan baku yang ada digudang. Metode ini disebut pula dengan metode rata-rata tertimbang, karena dalam menghitung rata-rata harga pokok persediaan bahan baku metode ini menggunakan kuantitas bahan baku sebagai angka penimbangnya.

Mutasi persediaan bahan baku yang terjadi akibat pembelian dan pemakaian dicatat dalam buku jurnal sebagai berikut :
1.    Pembelian bahan baku
a.    Metode Perpektual
            Persediaan Bahan baku                                             Rp. XX
                        Kas/hutang dagang                                                                 Rp. XX
b.    Metode Fisik
Pembelian bahan baku                                               Rp. XX
            Kas/Hutang dagang                                                                Rp. XX
2.    Pemakaian Bahan Baku
a.    Metode Perpektual
Barang dalam proses biaya bahan baku                    Rp. XX
            Persediaan bahan baku                                                          Rp. XX
b.    Metode fisik
Tidak dijurnal, karena pemakaian bahan baku dapat diketahui apabila persediaan akhir bahan baku sudah diketahui pada akhir periode

Contoh :
PT. Lembayung merupakan perusahan industri yang bergerak dalam bidang pembuatan tempe yang mempunyai data persediaan bahan baku berupa :
Kacang kedele kualitas A pada tanggal 1 Agustus 2005 terdiri dari :
- 5000 Kg. @Rp.2.000,-                = Rp.10.000.000,-
- 7000 Kg. @Rp. 2.050,-               = Rp.14.350.000,-
Transaksi pembelian dan pemakaian bahan baku selama bulan agustus 2005 adalah sebagai berikut :
Agustus 5, Pembelian       10.000 Kg @Rp.2.100
               7,            Pemakaian      6.000 Kg
             12,            Pemakaian      9.000 Kg         
             19,            Pembelian    12.000 Kg @Rp.2.000,-
             20,            Pemakaian      7.500 Kg
Berdasarkan contoh soal diatas, dapat dikerjakan dengan metode :
1.    Metode Perpektual


KARTU PERSEDIAAN

Metode            : MPKP

Tgl
Pembelian
Pemakaian
Saldo
Unit
Harga
Jumlah
Unit
Harga
Jumlah
Unit
Harga
Jumlah
Agst, 1






5.000
2.000
10.000.000
         

 




7.000
2.050
14.350.000
         5
10.000
2.100
21.000.000



5.000
2.000
10.000.000







7.000
2.050
14.350.000
  






10.000
2.100
21.000.000
          7



5.000
2.000
10.000.000
6.000
2.050
12.300.000




1.000
2.050
2.050.000
10.000
2.100
21.000.000
        12



6.000
2.050
12.300.000
7.000
2.100
14.700.000




     3.000
      2.100
   6.300.000



    19
12.000
2.060
24.720.000



7.000
2.100
14.700.000







12.000
2.060
24.720.000
      20



     7.000
      2.100
 14.700.000
    11.500     
   2.060
23.690.000
   



500
2.060
1.030.000






45.720.000


46.390.000




Jadi harga pokok bahan baku yang dipakai untuk proses produksi sebesar Rp.46.390.000,-

KARTU PERSEDIAAN

Metode            : MTKP

Tgl
Pembelian
Pemakaian
Saldo
Unit
Harga
Jumlah
Unit
Harga
Jumlah
Unit
Harga
Jumlah
Agst, 1






5.000
2.000
10.000.000
         

 




7.000
2.050
14.350.000
         5
10.000
2.100
21.000.000



5.000
2.000
10.000.000







7.000
2.050
14.350.000
  






10.000
2.100
21.000.000
          7



6.000
2.100
12.600.000
5.000
2.000
10.000.000







7.000
2.050
14.350.000
       






4.000
2.100
8.400.000
        12



    4.000
      2.100
   8.400.000
      5.000
   2.000
10.000.000
   



5.000
2.050
10.250.000
2.000
2.050
4.100.000
19
12.000
2.060
24.720.000



5.000
2.000
10.000.000
     



    


     2.000     
   2.050
  4.100.000
   






12.000
  2.060
24.720.000
20



7.500
2.060
15.450.000
5.000
2.000
10.000.000




    


     2.000     
   2.050
  4.100.000
   






4.500
  2.060
9.270.000



45.720.000


46.700.000



Jadi harga pokok bahan baku yang dipakai untuk proses produksi sebesar Rp.46.700.000,-











KARTU PERSEDIAAN

Metode            : Rata-Rata Bergerak

Tgl
Pembelian
Pemakaian
Saldo
Unit
Harga
Jumlah
Unit
Harga
Jumlah
Unit
Harga
Jumlah
Agst, 1






    12.000
2.029,17
24.350.000
          5
10.000
2.100
21.000.000



22.000
2.061,36
45.350.000
         7



6.000
2.061,36
12.368.160
  16.000
2.061,36
32.981.840
        12



9.000
2.061,36
18.552.240
7.000
2.061,36
14.429.600
19
12.000
2.060
24.720.000



19.000
2.060,50
39.149.600
        20



7.500
2.060,50
15.453.750
11.500
2.060,50
23.695.850










       


45.720.000


46.374.150



Jadi harga pokok bahan baku yang dipakai untuk proses produksi sebesar Rp.46.374.150,-

2.    Metode Fisik
a.    Metode MPKP
Perhitungan harga pokok persediaan akhir bahan baku :
- 11.500 Kg @Rp.2.060                      =Rp.23.690.000,-
Jadi harga pokok bahan baku yang dipakai untuk proses produksi dihitung sebagai berikut :
Persediaan awal :
-5.000 Kg        @Rp.2.000,-                                       =Rp.10.000.000,-
-7.000 Kg        @Rp.2.050,-                                       =Rp.14.350.000,-
                                                                                                             Rp.24.350.000,-
Pembelian :
- 5 Agustus      10.000 Kg        @Rp.2.100,-               =Rp.21.000.000,-
     - 19Agustus      12.000 Kg        @Rp.2.060,-               =Rp.24.720.000,-
                                                                                                                               Rp.45.720.000,-
                Bahan baku siap diproduksi                                                                   Rp.70.070.000,-
                Persediaan akhir Bahan baku                                                  (Rp.23.690.000,-)
Harga pokok bahan baku yang diproduksi                                                           Rp.46.380.000,-
                                                                                                                      =============
b.    Metode MTKP
Perhitungan harga pokok persediaan akhir bahan baku :
-5.000 Kg        @Rp.2.000,-                                       =Rp.10.000.000,-
-6.500 Kg        @Rp 2.050,-                                       =Rp 13.325.000,-
                                                                                      Rp 23.325.000,-
Jadi harga pokok bahan baku yang dipakai untuk proses produksi dihitung sebagai berikut:
Persediaan awal bahan baku                                                             Rp 24.350.000,-
Pembelian total                                                                                               Rp 45.720.000,-
            Bahan baku siap diproduksi                                                    Rp 70.070.000,-
            Persedian akhir bahan baku                                                   (Rp 23.350.000,-)
Harga pokok bahan baku yang diproduksi                                         Rp 46.645.000,-
                                                                                                                        =============
c.    Metode Rata-Rata Bergerak
Perhitungan harga pokok persediaan akhir bahan baku :
Perhitungan harga pokok rata-rata:
      Persediaan awal                                 5.000 Kg @Rp 2.000,-            = Rp 10.000.000,-
                                                                  7.000 Kg @Rp 2.050,-            = Rp 14.350.000,-
      Pembelian 5 Agustus              10.000 Kg@Rp.2.100,-           = Rp.21.000.000,-
                         19Agustus                        12.000Kg @Rp.2.060,-           = Rp.24.720.000,-
                                                                  34.000.Kg                                   Rp.70.070.000,-
                                                                  ========                                 =============   
Harga pokok rata-rata per kg       =Rp.70.070.000,- : 34 Kg                   =Rp.2.060,88/kg
Jadi harga pokok persediaan akhir bahan baku sebesar :
11.500 Kg @Rp.2.060,88 =Rp.23.700.120,-
Jadi harga pokok bahan baku yang dipakai untuk proses produksi adalah sebagai berikut :

Persediaan awal bahan baku                                                             Rp 24.350.000,-
Pembelian total                                                                                               Rp 45.720.000,-
            Bahan baku siap diproduksi                                                    Rp 70.070.000,-
            Persedian akhir bahan baku                                                   (Rp 23.700.120,-)
Harga pokok bahan baku yang diproduksi                                         Rp 46.369.880,-
                                                                                                                        =============
Laporan Ikhtisar persediaan bahan baku

         Laporan Ikhtisar persediaan bahan baku adalah laporan yg menyajikan  sisa atau saldo persediaan akhir bahan baku dari kartu persediaan untuk masing- masing bahan pada suatu periodi tertentu.

    Laporan ini disusun atas dasar jenis dan jumlah bahan yg tercantum dalam kartu persediaan bahan baku. Kartu persediaan barhan baku merupakan buku pembantu yg berisi informasi baik mengenai kuantitas maupun harga pokok  persediaan bahan baku . Kartu persediaan ini digunakan utk mencatat mutasi persediaan dan saldo tiap jenis persediaan baik kuantitas maupun harga pokoknya.

            Contoh Formuler Kartu Persediaan adalah sbb :

KARTU PERSEDIAAN













Nama Barang  :










Spesifikasi
Kode Barang
Satuan
Titik Pemesanan
EOQ
Gudang
No. Lantai
No Lokasi
No Rak
Minimum
Maximum












Pembelian
Penerimaan
Pemakaian
Saldo

Tgl
N SOP
Jml Dipesan
Jml Diterima
Sisa Pesanan
Tgl
NoLPB
Kuantitas
Harga Satuan
Jml Harga
Tgl
NoBPPB
Kuantitas
Harga Satuan
Jml harga
Kuantitas
Harga Satuan
Jml Harga













































Dari  catatan saldo kartu persediaan, kemudian dibuat Laporan Persediaan Bahan  Baku. Adapun contoh format Laporan Persediaan Bahan baku adalah sebagai berikut :

PT…………      :
Bulan               :

No. Urut
Kode Bahan
Nama Bahan
J u m l a h



















Prosedur perhitungan fisik persediaan


           Dalam mengelola kartu persediaan  barhan baku dibutuhkan perhitungan  fisik persediaan bahan baku  secara periodik dengan membuat  berita acara  hasil  perhitungan fisik  persediaan bahan baku.
Formulir perhitungan bisa dibuat  satu jenis saja yang dapat digunakan untuk mencatat hasil perhitungan kuantitas maupun untuk mencatat harga. Namun demikian formulir juga bisa dibuat beberapa jenis, yaitu untuk  mencatat hasil perhitungan fisik, untuk mencatat  akumulasi informasi yang tercantum pada  formulir hasil perhitungan fisik dan untuk mencatat  harga  dan ikhtisar total persediaan.

             Untuk memudahkan hasil perhitungan  dan memperkuat pengendaliann intern , perhitungan persediaan dilakukan dengan menggunakan  alat Bantu formulir perhitungan yang disesuaikan dengan cara kerja.
Formulir terdiri dari tiga bagian yaitu :
1. Bagian pertama memuat data hasil perhitungan yang dilakukan  kelompok pertama.
2.Bagian kedua memuat data hasil perhitungan kelompok kedua.
3. Bagian ketiga, apabilla perhitungan telah selesai akan ditinggal pada barang dan  akan berfungsi  sebagai         tanda bahwa bahan bersangkutan telah selesai dihitungdan tertulis atasnya  rata-rata selesai dihitung.

Selanjutnya kelompok pertama melakukan perhitungan pertama dan mengisi data  antara lain :
1.            Nomor persediaan
2.            .Uraian bahan
3.            Hasil perhitungan jumlah bahan

 Data pertama, kedua dan ketiga dicatat pada formulir bagian kedua, sedangkan data keempat ditulis pada formulir bagian pertama .







Contoh formulir perhitungan fisik persediaan :
                                   

Nomor  : 1309
                                     Selesai dihitung
 -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
                                         Nomor  : 1309
                                Hasil perhitungan kedua
Nomor kode bahan   ------------------------------------------------------------------------------------------------
Uraian  bahan           ------------------------------------------------------------------------------------------------
Lokasi                     ---------------------------------------------------------------------------------------------------
Jumlah kuantitas bahan-------------------------------------------------------------------------------------------
 Satuan                 ---------------------------------------------------------------------------------------
Dihitung oleh

                                         Nomor 1309
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
                          Hasil Perhitungan  Pertama
                          Jumlah  Bahan Kuantitas
                                         Satuan

                          Dihitung oleh


                                    


 Setelah melakukan perhitungan persediaan selanjutnya petugas perhitungan persediaan membuat berita acara pemeriksaan seperti  di bawah ini. :

BERITA ACARA PERHITUNGAN
FISIK BAHAN BAKU



Pada hari   …………………Tanggal…………………Tahun………………
Pukul…………..Telah dilakukan pemeriksaan bahan baku  di gudang  dengan kondisi sebagai berikut :

        No.
    
Kode Bahan
Jenis Bahan
Data bahan sebelum pemeriksaan
Data Setelah diperiksa
Selisih
Keterangan

















Bagian Persediaan                                        Bagian Perhitungan Fisik
 Petugas I                                            Petuas II                      Petugas III

----------------------                              --------------------------        -----------------------


C. Rangkuman.
  Metode pencatatan biaya bahan baku yang dipakai dalam proses produksi meliputi meode mutasi persedian dan metode persediaan fisik. Untuk menentukan harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi digunakan beberapa metode yaitu, metode MPKP, MTKP dan rata-rat bergerak . Pada akhir periode disusun laporan ikhtisar persediaan bahan baku. Laporan persediaan bahan baku dapat digunakan pada semua metode pencatatan,      baik secara fisik atau perpectual. Laporan ini disusun atas catatan saldo  kartu Persediaan bahan baku berdasarkan jenis dan kuantitas barang pada suatu periode tertentu

D. Tugas
  1. PT. Muda memiliki data persediaan bahan baku selama periode bulan Agustus 2005 sbb :
Agustus 1        Persediaan awal         5.000 Kg          @Rp.10.000,-
               2       Pemakaian                  2.500 Kg         
               3       Pembelian                   7.000 Kg          @Rp.10.100,-
               8       Pemakaian                  5.000 Kg         
                11    Pemakaian                  2.000 Kg         
                16    Pembelian                   8.000 Kg          @Rp.10.200,-
                20    Pemakaian                  3.000 Kg         
                25    Pembelian                   5.000 Kg          @Rp.10.150,-
Berdasarkan soal diatas diminta mencatat kedalam kartu persediaan bahan baku dengan metode MTKP Perpektual

2. PT. Atok memakai bahan baku jenis A1. Data mengenai persediaan bahan  jenis A1 selama bulan Agustus 2005 sebagai berikut :

2   Agst 2005 Persediaan      80 unit     @ Rp. 24.000           Rp. 1920000
5   Agst 2005 Pembelian      120 unit     @Rp  25.000            Rp  3000000
10 Agst 2005 Pemakaian       140 unit   
16 Agst 2005 Pembelian     160 unit     @Rp  26000            Rp   4160000
20 Agst 2005 Pemakaian       120 unit
26 Agst 2005 Pembelian    140  unit    @Rp   27000            Rp   3780000       

Berdasarkan perhitungan fisik di gudang jumlah bahan yang tersisa sebesar 180 unit dan Buatlah kartu persediaan dengan metode masuk pertama keluar pertama.

















Jawaban :


PT.MUDA                           KARTU PERSEDIAAN                     Bahan                         :
JAKARTA                                                                                     Satuan             |:  Kg
                                                                                                     Metode             :MTKP                                                                                                            

Tgl                 
         Dibeli
      Dipakai
           Saldo
Unit       
Harga
Jumlah
Unit
Harga
Jumlah
Unit
Harga
Jumlah

Agst 1
    -
    -
     -
     -
    -
    -
5.000
10.000
50.000.000
  2



2.500
10.000   
25.000.000
2.500
10.000
25.000.000
  5
7.000
10.100
70.700.000



2.500
10.000
25.000.000

   

     
  
    
     -
7.000
10.100
70.700.000
  8



5.000
10.100
50.500.000
2.500
10.000
25.000.000




   -
    -  
     -
2.000
10.100
20.200.000
11



2.000
10.100
20.200.000
2.500
10.000
25.000.000
16
8.000
10.200
81.600.000



2.500
10.000
25.000.000







8.000
10.200
81.600.000
20



3.000
10.200
30.600.000
2.500
10.000
25.000.000







5.000
10.200
51.000.000
25
5.000
10.150
50.750.000



2.500
10.000
25.000.000







5.000
10.200
51.000.000







5.000
10.150
50.750.000



203.050.000


126.300.000   

  





PT. ATOK                            KARTU PERSEDIAAN                     Bahan                        : A1
JAKARTA                                                                                     Satuan             : Unit
                                                                                                     Metode             :MPKP                                                                                                            

Tgl
        Diterima
             Dipakai
           Saldo
Unit       
Harga
Jumlah
Unit
Harga
Jumlah
Unit
Harga
Jumlah

Agst. 2

  
   
   
   
    -
80
24000
1920000

   5
120
25000
3000000
     -
     -
     -
80
24000
1920000







120
25000
3000000
10
    -
    -
      -
80   
24000    
     -







60
25000

60
25000
1500000
16
160
26000
4160000
   -
    -  
     -
60
25000
1500000







160
26000
4160000
20



60
25000








100
26000

60
26000
1560000
26
140
27000
3780000



60
26000
1560000







140
27000
3780000






























30
420
78000
10940000
300
100000
    -
200
   - 
5340000